Jakarta, CNN Indonesia

PT PLN (Persero) menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung sinergitas antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sinergitas ini diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional.

Sinergitas tugas dan fungsi itu ditandai denan penandatanganan nota kesepahaman oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Rumah Dinas Panglima TNI, Jakarta pada Senin (25/3).

Agus Subiyanto menjelaskan, kerja sama TNI dan Kementerian BUMN telah terjalin sejak 2018. Tujuan kerja sama ini untuk mengoptimalkan sumber daya TNI dan Kementerian BUMN termasuk di dalamnya anak perusahaan dan perusahaan afiliasi BUMN untuk kepentingan kedua pihak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya berharap nota kesepahaman ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya. Ini dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama dan apa yang menjadi tujuan bersama dapat terjalin,” tutur Agus.

Agus menjabarkan, ruang lingkup dari kerja sama tersebut. Pertama, pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, pelatihan dan fasilitas serta sosialisasi dalam rangka optimalisasi sumber daya BUMN dan TNI. Kedua, terkait dukungan kelancaran tugas dan fungsi TNI, BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan afiliasi BUMN.

Ketiga, pengamanan aset, personel, dan operasional wilayah kerja BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan afiliasi BUMN. Keempat, pertukaran data dan atau informasi yang fokus dan proporsional.

Salah satu bentuk implementasi sinergitas Kementerian BUMN dan TNI adalah terkait pengamanan obyek vital nasional bersifat strategis milik perusahaan BUMN dari kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (“PETI”). Melalui sinergitas semua pihak terkait, diharapkan PETI bisa ditanggulangi sehingga sumber daya mineral dan batubara yang ada bisa memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan negara.

PLNMenteri BUMN Erick Thohir (empat dari kanan) dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (lima dari kiri) foto bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (empat dari kiri), Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (enam dari kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (tiga dari kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali (lima dari kanan), Inspektorat Jenderal TNI, Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono (tiga dari kiri), Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari (dua dari kanan), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (dua dari kiri), Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso (kiri), serta Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto (kanan). (Foto: Arsip PLN).

Dalam sambutannya, Erick Thohir mengatakan salah satu dari 5 prioritas utama BUMN adalah optimalisasi nilai aset dan menciptakan ekosistem investasi yang sehat. BUMN diharapkan terus meningkatkan nilai asetnya agar dapat memberikan kontribusi positif ke negara.

“Untuk itu sinergitas ini menjadi sangat penting guna merealisasikan pembangunan nasional BUMN dengan dukungan yang diberikan oleh TNI melalui pengamanan aset BUMN yang tersebar luas di wilayah Indonesia, serta melindungi objek-objek vital nasional yang ada di seluruh wilayah NKRI,” kata Erick.

Dia menambahkan, saat ini aset BUMN tumbuh 9,0% pada 2022 sebesar Rp9.789 triliun dan kembali tumbuh 6,9% pada 2023 sebesar Rp10.470 triliun. Nilai tersebut sekitar setengah dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menurutnya, aset BUMN tersebut bersifat sangat strategis dalam berbagai sektor. Selain untuk penggerak roda ekonomi, juga berperan penting dalam pembangunan infrastruktur Indonesia dan berorientasi pelayanan publik.

“Dengan adanya sinergi yang kuat antara BUMN dengan TNI kami yakin hal ini bisa mengoptimalkan sumber daya BUMN dan TNI termasuk pengamanan aset BUMN, sehingga tugas dan fungsi masing-masing dapat terselenggara dengan baik,” Imbuh Erick.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, perseroan berkomitmen mendukung penuh sinergitas Kementerian BUMN dan TNI. Menurut Darmawan, kerja sama ini akan berkontribusi dalam meningkatkan keandalan dan mengamankan sistem ketenagalistrikan di Tanah Air.

“Listrik merupakan jantungnya perekonomian Indonesia. Berkat sinergi dengan TNI selama ini tugas penyediaan tenaga listrik oleh PLN sangat optimal, oleh karena itu kami bersyukur dan mendukung penuh sinergitas BUMN dan TNI,” jelas Darmawan.

Darmawan mengungkapkan, PLN juga berperan maksimal dalam menyalurkan dukungan pendidikan untuk putra-putri TNI pada 2022-2023. Sebagai koordinator program ini, PLN berkolaborasi bersama 38 BUMN lainnya telah menyalurkan dukungan bagi 1.831 penerima manfaat yang tersebar di tanah air.

Untuk 2024 ini, Kementerian BUMN dan sinergi BUMN juga tetap hadir dalam memberikan dukungan pendidikan bagi 1.850 Putra dan Putri TNI yang berprestasi di 38 Provinsi di Indonesia.

(ory/ory)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *